Pengelolaan situs sejarah Makkah semakin sistematis seiring strategi pelestarian yang menggabungkan dokumentasi, rehabilitasi, dan akses publik. Fokus pada situs sejarah Makkah ini menarik perhatian jemaah, termasuk dari Medan dan Sumatera Utara, yang ingin memahami jejak Nabi Muhammad SAW secara lebih mendalam selain rangkaian ibadah utama.
Kota suci itu menyimpan jalan lama, sumur, pasar, prasasti, dan landmark yang membentuk identitasnya berabad-abad. Kini situs-situs tersebut tidak hanya dilindungi, tetapi juga disajikan agar pengunjung menangkap nilai sejarah dan budaya di baliknya tanpa merusak keaslian lokasi.
Strategi terpadu pelestarian dan akses publik
Pihak berwenang menerapkan pendekatan menyeluruh: dokumentasi ilmiah, perlindungan fisik, rehabilitasi, penguatan kemitraan, serta peningkatan kesiapan situs agar layak dikunjungi secara berkelanjutan. Tujuannya membangun rantai kerja dari riset hingga pengalaman pengunjung yang aman dan informatif.
Langkah ini menjawab kebutuhan menjaga warisan Islam sambil membuka ruang edukasi. Pengunjung diharapkan tidak sekadar melintas, melainkan memahami konteks peristiwa yang melekat pada tiap lokasi.
Capaian dokumentasi dan rehabilitasi situs
Dalam pelaksanaan strategi tersebut tercatat 65 studi pengembangan, 56 situs didokumentasikan, 32 situs direhabilitasi, dan 23 situs ditingkatkan kualitasnya. Saat ini 28 situs telah dibuka untuk dikunjungi masyarakat dan jemaah.
Angka-angka resmi itu menandai pergeseran dari tahap penelitian menuju tahap interaksi publik. Situs yang semula terbatas kini lebih siap menerima kunjungan dengan penataan yang memperhatikan kelestarian.
Lonjakan kunjungan dan tingkat kepuasan
Hingga akhir kuartal II 2026, kunjungan ke situs sejarah dan budaya Makkah mencapai 5,9 juta orang. Angka itu naik 47 persen dibandingkan 3,6 juta kunjungan pada periode yang sama tahun 2025. Tingkat kepuasan pengunjung dilaporkan 95,8 persen.
Sejak strategi diluncurkan, total kunjungan telah melampaui 19 juta. Peningkatan ini mencerminkan perluasan jaringan situs, kemudahan akses, serta bertambahnya lokasi yang beralih dari pelestarian ke tahap buka untuk publik.
- 65 studi pengembangan telah digelar
- 56 situs terdokumentasi secara sistematis
- 32 situs selesai direhabilitasi
- 28 situs dibuka untuk kunjungan
Makna bagi jemaah dan pembaca di Medan
Bagi warga Medan yang berangkat umrah atau haji, ketersediaan situs sejarah yang terkelola memberi opsi edukasi di sela jadwal ibadah. Memahami latar tempat-tempat bersejarah dapat memperkaya pengalaman spiritual tanpa mengabaikan protokol setempat.
Dari sisi bisnis perjalanan, informasi resmi soal volume kunjungan dan kepuasan tinggi menjadi rujukan biro travel dan pembimbing ibadah di Sumatera Utara saat menyusun paket yang menekankan nilai sejarah, bukan sekadar transit singkat.
Dengan data kunjungan yang terus tumbuh dan mayoritas pengunjung merasa puas, situs sejarah Makkah tetap menjadi bagian utuh identitas kota suci: warisan yang dijaga, dibuka secara tertib, dan dijelaskan agar makna sejarahnya sampai ke generasi jemaah masa kini. Pengelolaan berkelanjutan akan menentukan apakah tekanan kunjungan tetap seimbang dengan upaya pelestarian jangka panjang.
Sumber: Republika.