Presiden Prabowo Subianto memantau langsung perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi serta Lampung melalui konferensi video dari Posko Utama Satuan Tugas Karhutla Sumatra Selatan di Kota Palembang, Senin (24/8/2026). Dari posko itu, laporan lapangan dibahas bersama jajaran forkopimda agar respons di wilayah terdampak tetap terkendali. Fokus utama arahan presiden mencakup pendinginan lahan, percepatan pemadaman titik api, dan penguatan edukasi masyarakat.
Bagi pembaca di Sumatra Utara, termasuk Medan, pemantauan karhutla di wilayah Sumatra lain tetap relevan karena asap dan kualitas udara lintas provinsi kerap menjadi isu bersama saat musim kemarau. Pemerintah pusat menekankan bahwa penanganan tidak hanya mengandalkan pemadaman, tetapi juga kesiapsiagaan pos-pos di daerah.
Kondisi Jambi dilaporkan mulai terkendali
Gubernur Jambi Al Haris melaporkan bahwa dalam beberapa hari terakhir tidak lagi ditemukan kebakaran aktif di wilayahnya. Kegiatan di lapangan lebih banyak diarahkan pada pendinginan agar sisa panas tidak memicu api baru. Asap yang masih terlihat di sejumlah titik ditindaklanjuti dengan pendinginan terukur di lokasi.
Prabowo merespons kebutuhan operasional yang disampaikan pemerintah daerah, termasuk dukungan kendaraan untuk mempercepat mobilisasi petugas. Ia memastikan bantuan segera dikirim agar 81 pos yang sudah beroperasi dapat bergerak lebih gesit saat potensi api muncul kembali.
Dukungan motor dan apresiasi ke petugas lapangan
Presiden menyampaikan terima kasih kepada Forkopimda Jambi atas kerja sama penanganan sejauh ini. Ia meminta sosialisasi, edukasi pencegahan, dan pemantauan harian terus dilakukan tanpa lengah. Dukungan motor ke Jambi digarisbawahi sebagai langkah praktis mempercepat jangkauan petugas ke lokasi rawan.
Apresiasi serupa ditujukan kepada seluruh unsur di posko dan pos terdepan. Prabowo menegaskan pemerintah akan mengupayakan dukungan bagi mereka yang bertugas di garis depan, baik dari sisi peralatan maupun personel tambahan bila diperlukan.
Titik api di Way Kambas diminta segera dipadamkan
Dalam vicon dengan jajaran Lampung, dibahas kondisi karhutla di kawasan Taman Nasional Way Kambas. Presiden meminta seluruh pihak bergerak cepat agar luasan sekitar 100 hektare yang masih bermasalah segera dipadamkan. Kecepatan respons dinilai krusial agar api tidak meluas ke habitat dan lahan di sekitarnya.
Pesan yang berulang disampaikan adalah menjaga wilayah dan kampung halaman masing-masing. Cuaca yang kurang bersahabat diakui sebagai tantangan sementara, namun diyakini masih dapat diatasi bila koordinasi pusat-daerah berjalan rapat.
Karhutla disebut bencana nasional dan terkait El Nino
Prabowo menegaskan kebakaran hutan merupakan persoalan seluruh bangsa karena hutan menjadi sumber kehidupan. Dampaknya menyentuh kesehatan masyarakat, terutama gangguan pernapasan, sehingga masuk kategori bencana yang sangat berbahaya. Ia juga menyinggung fenomena El Nino yang diperkirakan cukup berat pada musim ini sebagai salah satu pemicu kondisi kering.
Dibandingkan pengalaman sejumlah tahun sebelumnya, intensitas tahun ini dinilai relatif lebih rendah, namun kewaspadaan tetap wajib dijaga. Langkah penguatan mencakup penambahan aparat TNI-Polri, optimalisasi operasi modifikasi cuaca, dan penambahan helikopter water bombing. Dari pusat, disiapkan sekitar 1.000 perwira untuk membantu sosialisasi serta edukasi bersama petugas daerah agar rasa keterlibatan nasional terasa hingga ke lapangan.
Secara keseluruhan, arahan dari Palembang menegaskan pola kerja berlapis: padamkan api yang masih aktif, dinginkan lahan rawan, perkuat pos daerah, dan jaga disiplin pencegahan di masyarakat. Koordinasi antarprovinsi di Sumatra menjadi kunci agar karhutla tidak berulang meluas dan dampak asap dapat ditekan.
Sumber: Liputan6.