Program kentang industri Garut memasuki tahap penting saat PepsiCo Indonesia memanen hasil panen bersama petani binaan dan Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Jawa Barat. Bahan baku tersebut dialirkan ke pabrik makanan ringan PepsiCo di Cikarang untuk produksi keripik kentang Lay’s. Bagi pembaca di Medan dan Sumatera Utara, pola kemitraan hulu–hilir ini menjadi contoh bagaimana industri nasional menata pasokan lokal secara lebih terukur.
Kegiatan panen menandai kelanjutan investasi PepsiCo dalam ekosistem pertanian kentang industri di Jawa Barat yang dirintis sejak 2024. Penanaman perdana dilakukan pada November 2025, disusul pendampingan berkelanjutan agar mutu dan volume panen selaras kebutuhan pabrik.
Dari lahan Garut ke pabrik Cikarang
Rantai pasok yang dibangun menjangkau tahap budidaya hingga pengolahan. Petani mitra menanam kentang industri sesuai standar perusahaan, lalu hasilnya diproses menjadi produk jadi di fasilitas PepsiCo Indonesia di Cikarang. Keterhubungan ini menekankan bahwa kualitas di kebun menentukan konsistensi di lini produksi.
Seremoni panen dipandang sebagai tonggak karena memperlihatkan investasi yang tidak berhenti di pabrik, melainkan menjangkau kapasitas petani. Pendekatan tersebut diharapkan menekan risiko pasokan dan memperkuat daya saing bahan baku dalam negeri untuk industri camilan.
Pendampingan dan praktik pertanian berkelanjutan
Sejak awal program, PepsiCo Indonesia mendampingi petani melalui pengembangan kapabilitas dan transfer pengetahuan. Fokusnya mencakup praktik budidaya yang lebih produktif serta prinsip keberlanjutan agar lahan dan hasil panen tetap stabil dalam jangka panjang.
Keberhasilan diukur tidak hanya dari tonase atau grade kentang, melainkan dari peningkatan kemampuan petani mengelola komoditas industri. Model ini sejalan dengan program pertanian PepsiCo di lebih dari 60 negara, yang menempatkan kemitraan lokal sebagai bagian dari visi agrikultur global perusahaan.
Respons pemerintah daerah dan manajemen PepsiCo
Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Dedi, pada Rabu (9/9/2026) menyampaikan apresiasi atas pembinaan dan edukasi yang membantu petani mengoptimalkan hasil sesuai kebutuhan industri. Ia menegaskan pertanian merupakan program strategis nasional, dan komoditas Garut berkontribusi besar terhadap laju pertumbuhan ekonomi wilayah.
Director of Supply Chain PepsiCo Indonesia, Ayok Nugroho, menjelaskan panen tersebut akan diproses menjadi keripik Lay’s di pabrik Cikarang. Ia berharap inisiatif pengembangan petani kentang industri mendorong dampak positif berkelanjutan bagi petani dan masyarakat sekitar, sekaligus menaikkan produktivitas di Jawa Barat.
Arti penting bagi industri dan pembaca daerah
Bagi pelaku usaha dan konsumen di Medan, skema serupa relevan sebagai referensi tata kelola pasokan pangan olahan. Ketika pabrik besar mengikat kontrak dan pendampingan dengan petani, fluktuasi mutu dapat ditekan dan nilai tambah lebih banyak tertahan di tingkat produsen primer.
- Integrasi hulu–hilir dari kebun kentang hingga produk Lay’s
- Pendampingan teknis sejak penanaman perdana November 2025
- Dukungan pemda Garut terhadap kemitraan industri–petani
- Orientasi produktivitas dan pertanian berkelanjutan
Dengan menjaga standar budidaya dan kepastian serapan, program ini berpotensi menjadi rujukan perluasan kemitraan komoditas lain di berbagai daerah. Transparansi mutu, jadwal tanam, dan kebutuhan pabrik tetap menjadi kunci agar manfaat ekonomi dirasakan petani maupun industri pengolahan.
Ke depan, konsistensi pendampingan dan evaluasi panen akan menentukan apakah ekosistem kentang industri di Jawa Barat dapat terus diperluas tanpa mengorbankan keberlanjutan lahan. Pola kolaborasi pemerintah daerah, petani, dan korporasi seperti ini layak dicermati pelaku bisnis di kawasan lain, termasuk Sumatera.
Sumber: Sindo News.