Menyiapkan menu pagi anak sebelum berangkat sekolah sering membuat orang tua di berbagai kota, termasuk Medan, merasa terburu-buru. Banyak yang memilih makanan cepat saji di rumah asal anak kenyang. Kreator konten Angie Caezar mengingatkan bahwa menu pagi anak sebaiknya tetap memperhatikan keragaman bahan dan kecukupan gizi, meski waktunya sempit.
Angie Caezar, yang memiliki nama lengkap Caesar Laine Anggi, merupakan lulusan sarjana ahli gizi. Sejak 2021, bertepatan dengan masa pandemi Covid-19, ia aktif membagikan edukasi kesehatan, gizi anak, serta resep praktis lewat media sosial. Kini kontennya mencakup gaya hidup sehat, mom and kids, foodies, dan cooking di Instagram @caesarlaineanggi2 serta TikTok @angiecaezar25.
Kenapa menu pagi anak tidak boleh hanya mengenyangkan
Menurut Angie, tantangan utama orang tua bukan soal menemukan resep rumit, melainkan mengubah cara pandang. Ia menekankan agar piring anak tidak dinilai hanya dari rasa kenyang. Yang masuk ke piring perlu dicek: apakah ada variasi, dan apakah sumber nutrisinya cukup beragam.
“Jangan hanya berpikir yang penting anak kenyang. Kita juga perlu melihat apa saja yang masuk ke dalam piring anak. Usahakan ada variasi makanan dan sumber nutrisi yang berbeda supaya kebutuhan gizinya lebih beragam,” ujar Angie Caezar. Pendekatan ini relevan bagi keluarga yang berangkat pagi-pagi, di mana keputusan menu sering diambil dalam hitungan menit.
Jangan terpaku pada satu jenis makanan favorit
Salah satu poin yang ia tekankan adalah menghindari ketergantungan pada satu jenis makanan hanya karena mudah dibuat atau disukai anak. Menu yang sama berulang dapat membuat asupan zat gizi cenderung sempit. Angie menyarankan kombinasi sederhana: makanan pokok dipadukan sumber protein, sayuran, dan buah dari bahan yang memang tersedia di rumah.
Dengan cara itu, anak tetap kenyang sekaligus mendapat kesempatan memperoleh zat gizi dari berbagai kelompok pangan. Ia menegaskan kombinasi tidak harus mahal atau sulit. Yang penting orang tua tidak terpaku pada satu pilihan tunggal setiap hari.
Protein wajib hadir di piring anak
Angie juga mengingatkan agar sumber protein tidak dilupakan saat merancang bekal atau sarapan. Protein perlu disesuaikan dengan kebiasaan makan keluarga dan kebutuhan masing-masing anak. Kehadiran protein membantu menu pagi lebih seimbang, terutama bagi anak yang beraktivitas di sekolah hingga siang.
Bagi orang tua pekerja di kawasan urban seperti Medan, penyiapan protein tidak selalu berarti masakan berlapis-lapis. Potongan lauk yang sudah dimasak malam sebelumnya, telur, atau bahan siap olah yang higienis dapat menjadi opsi, asalkan tetap masuk dalam kerangka menu yang bervariasi.
Edukasi gizi dikemas ringan di media sosial
Angie membangun konsistensi konten sejak 2021 dengan gaya yang mudah ditiru. Ia mengemas pesan gizi secara praktis agar orang tua tidak merasa dibebani standar dapur yang rumit. Fokusnya pada healthy lifestyle dan kebutuhan mom and kids membuat tipenya dekat dengan rutinitas harian keluarga.
Ia membagikan sejumlah trik praktis agar menu anak sebelum berangkat sekolah lebih lengkap gizinya. Inti pesannya seragam: keberagaman bahan, kehadiran protein, dan pemanfaatan bahan yang ada di rumah. Orang tua diingatkan bahwa makanan bergizi tidak identik dengan proses yang panjang.
- Periksa isi piring, bukan hanya rasa kenyang anak.
- Gabungkan pokok, protein, sayur, dan buah sesuai stok rumah.
- Hindari mengulang satu menu favorit tanpa variasi.
- Sesuaikan jenis protein dengan kebiasaan makan keluarga.
Dengan langkah-langkah tersebut, penyiapan menu pagi anak bisa lebih terarah tanpa menambah beban berlebih di pagi hari. Pesan Angie Caezar menegaskan bahwa kecukupan gizi anak dimulai dari keputusan kecil di dapur, termasuk saat waktu sangat terbatas sebelum bel sekolah berbunyi.
Sumber: Sindo News.