Kabutan pengembangan sekuel How to Lose a Guy in 10 Days kembali menghangat di industri film Hollywood. Studio Paramount dikabarkan tengah menyiapkan lanjutan komedi romantis yang dirilis pada 2003 itu, dengan Kate Hudson memastikan keterlibatan sebagai produser. Bagi penikmat sinema di Medan dan kota besar lain di Indonesia, berita ini menarik karena film tersebut masih sering disebut sebagai acuan genre rom-com era awal 2000-an.
Proyek ini belum memasuki tahap produksi penuh. Sumber industri yang dilansir Variety pada Selasa, 25 Agustus 2026, menyebut pengembangan masih berada di fase awal. Posisi kreatif utama, termasuk sutradara dan penulis skenario, belum ditetapkan. Keputusan soal cast pun digantungkan pada konsep cerita yang nantinya disepakati.
Harapan reuni Hudson dan McConaughey
Paramount dan tim filmmaker berharap bisa mempertemukan kembali Kate Hudson dan Matthew McConaughey dalam peran Andie Anderson dan Benjamin Barry. Keduanya menjadi wajah utama film pertama dan dinilai sulit dipisahkan dari identitas judul tersebut. Hingga laporan ini disusun, perwakilan kedua aktor belum memberikan pernyataan resmi.
Hudson terakhir tampil di layar lebar lewat Song Sung Blue pada 2025, penampilan yang membawanya meraih nominasi Oscar kedua. Nominasi pertamanya datang dari Almost Famous. Di luar film, ia juga membintangi serial komedi olahraga Running Point di Netflix. McConaughey, sebaliknya, sejak dekade 2010-an lebih banyak mengambil peran drama serius seperti Mud, The Wolf of Wall Street, Interstellar, dan Dallas Buyers Club yang memberinya Oscar Aktor Terbaik pada 2014.
Susunan produser dan pencarian penulis
Di meja produksi, Hudson akan berkolaborasi dengan Stacey Sher melalui perusahaan Shiny Penny. Sher dikenal lewat sejumlah judul besar, antara lain Pulp Fiction, Gattaca, Erin Brockovich, Vanilla Sky, dan Django Unchained. Pengalaman tersebut dinilai memperkuat fondasi proyek sebelum naskah final digarap.
Studio masih mencari penulis skenario. Tanpa draft cerita yang matang, penentuan pemeran pendukung maupun kemungkinan kembalinya McConaughey belum bisa dipastikan. Pendekatan ini umum dipakai studio besar agar sekuel tidak sekadar mengulang formula lama tanpa pembaruan konflik.
Gelombang nostalgia Hollywood 2026–2027
Rencana sekuel ini sejalan dengan tren Hollywood yang kembali mengangkat judul populer akhir 1990-an hingga awal 2000-an. Pada 2026, sejumlah proyek warisan seperti The Devil Wears Prada 2, Scary Movie, dan Toy Story 5 masuk kalender industri. Menyusul kemudian Practical Magic 2 dan Focker-In-Law, sementara Shrek 5 serta film Narnia garapan Greta Gerwig dijadwalkan mengarah ke 2027.
Bagi penonton Indonesia, termasuk komunitas film di Medan yang aktif mengikuti rilis bioskop dan platform streaming, gelombang nostalgia itu sering memicu diskusi ulang judul klasik. How to Lose a Guy in 10 Days kerap masuk daftar tontonan ulang karena dialog ringan dan chemistry pasangan utamanya.
Ringkas cerita film 2003 dan capaian box office
Film orisinal disutradarai Donald Petrie. Andie Anderson, kolumnis majalah yang diperankan Hudson, meneliti dunia kencan modern dengan misi membuat pria meninggalkannya dalam sepuluh hari. Targetnya Benjamin Barry, eksekutif periklanan yang justru bertaruh bisa membuat siapa pun jatuh cinta padanya demi kampanye besar di kantornya.
Tanpa saling tahu agenda masing-masing, keduanya terjebak situasi kocak yang akhirnya menumbuhkan perasaan tulus. Pemain pendukung meliputi Kathryn Hahn, Adam Goldberg, Thomas Lennon, Michael Michele, dan Shalom Harlow. Dari anggaran sekitar 50 juta dolar AS, film meraup hampir 180 juta dolar AS di box office global dan dianggap salah satu penanda penting komedi romantis era itu.
Jika Hudson dan McConaughey benar-benar bersatu lagi di layar, momen itu akan menjadi reuni lebih dari dua dekade setelah film pertama. Untuk sementara, penikmat genre romantis di Indonesia masih menunggu kejelasan naskah, sutradara, dan jadwal rilis resmi dari Paramount.
Sumber: Republika.