BISNIS
Indeks
Bisnis

MHU Dukung ESDM Perkuat Tanggap Darurat Gempa di Manggarai NTT

Respons dunia usaha terhadap bencana alam kembali menjadi sorotan setelah penyaluran bantuan gempa Manggarai digelar oleh PT Multi Harapan Utama (MHU) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Langkah ini menyasar warga di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, yang membutuhkan logistik dasar, layanan kesehatan, serta dukungan hunian darurat.

Bagi pembaca Bisnis Medan yang mengikuti isu tanggung jawab sosial perusahaan, kolaborasi anak usaha MMSGI dengan kementerian ini menandai pola kerja sama sektor energi dalam mempercepat pemulihan pascabencana di luar pulau. Fokus utamanya tetap pada kecepatan di lapangan, bukan sekadar seremoni.

Tim ERT tiba di Labuan Bajo lalu menuju Reok

Emergency Response Team (ERT) MHU mendarat di Labuan Bajo pada Kamis, 20 Agustus, kemudian melanjutkan perjalanan darat ke Posko ESDM Siaga Bencana di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai. Di posko tersebut, tim berkoordinasi dengan unsur penanggulangan bencana dan perusahaan lain yang sudah bergabung.

Pemetaan kondisi lapangan menjadi langkah awal. Tim mengidentifikasi kebutuhan riil warga di wilayah terdampak sebelum memutuskan jenis dan volume bantuan. Pendekatan ini dimaksudkan agar barang yang disalurkan tepat sasaran dan tidak menumpuk di lokasi yang kurang membutuhkan.

Logistik dasar untuk tiga desa di Kecamatan Reok

Bersama petugas ESDM, ERT MHU menyalurkan paket kebutuhan pokok ke Desa Lemarang, Desa Robek, dan Desa Paralando. Rincian yang dilaporkan mencakup 50 lembar terpal, 30 selimut, dan 20 tikar untuk menopang tempat tinggal sementara.

Selain perlengkapan hunian, bantuan juga meliputi bahan pangan, alat kebersihan, serta kebutuhan khusus bayi dan perempuan. Kombinasi itu dinilai relevan pada fase tanggap darurat, ketika akses pasar lokal masih terbatas dan keluarga mengungsi di area terbuka.

  • Terpal, selimut, dan tikar untuk hunian sementara
  • Bahan pangan dan perlengkapan kebersihan
  • Kebutuhan khusus bayi serta perempuan

Pelayanan kesehatan dan dukungan medis lapangan

Di luar logistik, MHU menempatkan layanan kesehatan sebagai prioritas. Tim medis perusahaan melakukan pemeriksaan di Desa Watu Tango dan di Posko 2 ESDM Siaga Bencana. Obat-obatan serta perlengkapan medis diserahkan sesuai kebutuhan warga selama masa tanggap darurat.

Pelayanan langsung di desa dan posko memangkas jarak tempuh pasien yang mungkin kesulitan menuju fasilitas kesehatan tetap. Model ini juga membantu memantau keluhan yang muncul setelah guncangan, mulai dari luka ringan hingga gangguan kesehatan akibat kondisi pengungsian.

Pesan manajemen soal kecepatan respons bencana

Presiden Direktur MHU, Kemal Djamil Siregar, menekankan bahwa dalam situasi bencana, kecepatan dan ketepatan respons sangat menentukan. Ia menyatakan ERT MHU harus siap bergerak bersama ESDM dan unsur terkait, hadir di lokasi, serta menilai kebutuhan masyarakat secara nyata. Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan resmi pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Selain penyaluran barang dan layanan kesehatan, keterlibatan MHU mencakup dukungan tempat tinggal sementara, penyediaan air bersih, serta peran dalam kegiatan pencarian, pertolongan, dan evakuasi. Rangkaian itu menempatkan perusahaan pada rantai penanganan yang lebih luas, bukan hanya serah-terima paket logistik.

Dari kacamata bisnis daerah, pola kolaborasi seperti ini layak dicermati pelaku usaha di Medan dan Sumatera Utara yang membangun unit tanggap darurat internal. Kesiapan tim, koordinasi dengan instansi pusat, dan inventaris kebutuhan dasar terbukti menjadi penentu efektivitas di lapangan. Publik berharap penyaluran berlanjut terukur hingga warga kembali pada aktivitas normal.

Sumber: Sindo News.

Tag: bantuan gempa Manggarai, MHU ESDM, logistik NTT, ERT perusahaan, CSR energi, Kabupaten Manggarai, tanggap darurat, layanan kesehatan bencana