BISNIS
Indeks
Nasional

Sekolah TK-PAUD Dharmasraya Dibuka Lagi usai ISPU Turun

Kabupaten Dharmasraya di Sumatera Barat mengembalikan kegiatan belajar taman kanak-kanak dan PAUD mulai Senin (31/8) setelah kualitas udara dinilai lebih aman. Keputusan itu relevan juga dipantau pembaca di Medan karena kabut asap lintas provinsi kerap memengaruhi aktivitas pendidikan dan kesehatan di Sumatera. Fokus kebijakan setempat tetap pada data resmi dinas terkait dan perlindungan anak usia dini.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Dharmasraya, Boby Perdana Riza, menegaskan pembukaan kembali dilakukan berdasarkan laporan Dinas Lingkungan Hidup. Ia menyampaikan keterangan di Pulau Punjung pada Minggu (30/8) bahwa kondisi udara sudah lebih baik dibanding hari-hari sebelumnya, sehingga siswa TK dan PAUD dapat kembali ke satuan pendidikan.

Dasar keputusan dan masa libur singkat

Sebelumnya, kelompok TK dan PAUD diliburkan tiga hari sebagai langkah antisipasi. Anak usia dini dinilai lebih rentan terhadap paparan kabut asap, sehingga penutupan sementara dipilih untuk menekan risiko kesehatan. Begitu tren polusi menurun, dinas pendidikan segera menyesuaikan jadwal agar proses belajar tidak terlalu lama terputus.

Pembukaan kembali tidak berarti protokol diabaikan. Boby menekankan bahwa siswa tetap wajib memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan. Imbauan itu menjadi catatan utama agar orang tua dan guru tetap disiplin meski status udara sudah membaik.

Angka PM2.5 dan ISPU terbaru

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dharmasraya, Novandri Ismi, merinci hasil pemantauan Minggu (30/8). Pukul 06.00 WIB konsentrasi PM2.5 tercatat 52,2 dengan nilai ISPU 91. Pada pukul 10.00 WIB, PM2.5 berada di 54,5 dan ISPU 95. Angka-angka tersebut menunjukkan perbaikan dibanding puncak sebelumnya.

Sebagai pembanding, Sabtu (29/8) pukul 04.00 WIB konsentrasi PM2.5 masih 63,8 dengan ISPU 111, masuk kategori tidak sehat. Penurunan ini menjadi landasan teknis bagi dinas pendidikan untuk mengembalikan aktivitas TK dan PAUD tanpa menunggu lebih lama.

Imbauan bagi kelompok rentan

Meski tren membaik, Novandri mengingatkan masyarakat tetap waspada. Penderita asma, penyakit jantung, dan kelompok sensitif lain diminta membatasi paparan di luar ruangan. Penggunaan masker saat beraktivitas di luar tetap dianjurkan sebagai upaya sederhana mengurangi risiko polusi.

Koordinasi antara dinas pendidikan dan dinas lingkungan hidup dinilai penting agar keputusan operasional sekolah selalu merujuk data, bukan asumsi. Pola yang sama sering menjadi rujukan daerah lain di Sumatera ketika musim kabut asap berulang.

Dampak ke orang tua dan operasional sekolah

Bagi orang tua di Dharmasraya, kembalinya jadwal normal mengurangi beban pengasuhan di rumah selama libur dadakan. Guru TK dan PAUD dapat merancang ulang kegiatan harian dengan catatan protokol masker di area terbuka. Satuan pendidikan diminta memantau kondisi siswa yang menunjukkan gejala gangguan pernapasan.

  • Masuk kembali: Senin (31/8) untuk TK dan PAUD
  • Libur sebelumnya: tiga hari akibat kabut asap
  • ISPU Minggu pagi–siang: 91 hingga 95
  • ISPU Sabtu dini hari: 111 (tidak sehat)

Secara keseluruhan, pemulihan kualitas udara memberi ruang bagi aktivitas pendidikan anak usia dini berjalan lagi dengan kewaspadaan. Pemantauan harian tetap diperlukan agar jika ISPU kembali naik, respons cepat bisa diambil tanpa menunda perlindungan kesehatan anak.

Pembaca di Medan dan wilayah Sumatera lainnya dapat menjadikan pola data PM2.5–ISPU serta imbauan masker ini sebagai acuan praktis saat kabut asap meluas. Informasi resmi dari dinas setempat tetap menjadi rujukan utama sebelum memutuskan aktivitas luar ruangan keluarga.

Sumber: Republika.

Tag: kualitas udara, Dharmasraya, TK PAUD, kabut asap, ISPU, PM2.5, Sumatera Barat, masker sekolah