Rencana pembaruan Pasar Sunter Podomoro di Jakarta Utara kembali menjadi sorotan dunia usaha pasar tradisional. Perumda Pasar Jaya menyatakan akan memulai revitalisasi dalam waktu dekat, mencakup penguatan bangunan, pembaruan utilitas, hingga penataan ulang tempat usaha. Bagi pembaca di Medan dan kota lain, langkah ini menggambarkan pola pengelolaan pasar daerah yang ingin tetap kompetitif di tengah pusat belanja modern.
Pasar yang berdiri sejak 1992 itu menempati lahan 9.239 meter persegi dengan bangunan sekitar 8.141,48 meter persegi berlantai 2,5. Selama puluhan tahun kawasan ini menjadi pusat aktivitas ekonomi warga setempat. Manajemen kini menilai wajah fisik dan tata kelola internal perlu ditingkatkan agar kenyamanan pembeli dan keamanan operasional terjaga.
Urutan pekerjaan dimulai dari struktur bangunan
Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, menjelaskan tahap awal difokuskan pada perkuatan struktur bangunan yang sudah ada. Setelah pondasi kekuatan dipastikan, pembaruan sipil dan arsitektur menyusul, termasuk penggantian fasad. Menurutnya, perubahan tampilan dan ketahanan struktur bukan hanya soal estetika, melainkan jaminan keamanan bagi pedagang maupun pengunjung.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui keterangan resmi pada Senin, 31 Agustus 2026. Penekanan pada keamanan menjadi benang merah seluruh rangkaian pekerjaan, mengingat pasar tradisional padat aktivitas harian dan menyimpan barang dagangan dalam volume besar.
Sistem mekanikal dan elektrikal diganti total
Selain kerangka bangunan, sistem mekanikal dan elektrikal akan diperbarui serta ditata ulang. Instalasi yang sebelumnya tersebar direncanakan menjadi lebih rapi dan terpusat. Tujuannya menekan gangguan operasional sekaligus meminimalkan risiko kebakaran yang sering menjadi ancaman di kawasan pasar.
Pembaruan utilitas ini dinilai krusial karena pasar tua biasanya tumbuh bertahap tanpa perencanaan instalasi terpadu. Dengan penataan ulang, perawatan harian diharapkan lebih mudah dan respons terhadap gangguan lebih cepat.
Zonasi kios dan los berdasarkan jenis dagangan
Penataan tempat usaha menjadi bagian penting revitalisasi. Kios di lantai dasar dan los di lantai satu akan dikelompokkan menurut jenis barang. Zonasi tersebut dimaksudkan agar arus pengunjung tertata, pencarian kebutuhan lebih cepat, dan suasana belanja terasa lega.
Manajemen pasar berharap pola ini mengurangi tumpang tindih jalur pejalan kaki dengan area bongkar muat. Pedagang juga diarahkan pada lokasi yang sesuai karakteristik dagangannya sehingga persaingan antarkios lebih sehat dan navigasi pembeli lebih intuitif.
- Pengelompokan kios lantai dasar sesuai kategori barang
- Penataan los lantai satu agar sirkulasi lebih jelas
- Pengaturan ulang jalur serta area parkir mobil dan motor
Parkir ditertibkan dan daya saing ditingkatkan
Area parkir ikut ditata. Jalur kendaraan masuk-keluar serta slot mobil dan motor akan diatur ulang supaya lebih tertib. Sirkulasi yang rapi dinilai menunjang kenyamanan belanja, terutama pada jam sibuk pagi dan sore.
Agus menegaskan komitmen Perumda Pasar Jaya menjalankan seluruh tahapan secara adil, transparan, profesional, dan kondusif bagi semua pihak. Targetnya, Pasar Sunter Podomoro tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi ruang publik yang berkelas dan mampu bersaing dengan mal modern tanpa kehilangan karakter pasar rakyat.
Bagi pelaku usaha di Medan yang mengelola atau berdagang di pasar tradisional, isu serupa sering muncul: keamanan bangunan, instalasi listrik, zonasi dagangan, dan parkir. Pengalaman Jakarta Utara ini dapat menjadi bahan bacaan untuk membandingkan pendekatan revitalisasi yang menyeimbangkan kepentingan pedagang, pengunjung, dan pengelola. Keberhasilan proyek akan terlihat dari kelancaran tahapan teknis sekaligus penerimaan warga pasar terhadap tata ruang baru.
Dengan luas lahan dan massa bangunan yang sudah mapan, revitalisasi Pasar Sunter Podomoro menuntut koordinasi ketat agar aktivitas jual beli tidak terganggu berlarut-larut. Jika tahapan struktur, utilitas, zonasi, dan parkir berjalan sesuai rencana, wajah baru pasar diharapkan memperkuat peran ekonominya di kawasan Sunter sekaligus memberi contoh pengelolaan pasar daerah yang lebih modern dan aman.
Sumber: Republika.