BISNIS
Indeks
Bisnis

Harpelnas 2026 Dorong Perusahaan Perkuat Budaya Layanan Berpusat Pelanggan

Peringatan Hari Pelanggan Nasional pada 2026 kembali mengingatkan dunia usaha bahwa kualitas layanan bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Di tengah perubahan perilaku konsumen dan laju teknologi, perusahaan dituntut menghadirkan pengalaman yang relevan, personal, dan konsisten di setiap titik interaksi.

Pesan itu disampaikan CEO Frontier sekaligus penggagas Hari Pelanggan Nasional, Handi Irawan D., dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (9/9/2026). Menurutnya, pelanggan tidak memandang struktur internal perusahaan, melainkan merasakan satu pengalaman utuh dari keseluruhan organisasi.

Pengalaman pelanggan lahir dari seluruh organisasi

Handi menekankan bahwa pengalaman pelanggan tidak pernah dihasilkan oleh satu fungsi atau individu saja. Pemasaran, operasional, keuangan, hingga lini layanan harus bergerak selaras agar kepuasan yang dirasakan pelanggan tetap stabil dari waktu ke waktu.

Dengan kata lain, budaya pelayanan berorientasi pelanggan wajib menjadi tanggung jawab bersama. Ketika satu divisi saja abai, citra keseluruhan perusahaan bisa terdampak. Pendekatan terpadu ini semakin relevan bagi pelaku usaha yang ingin menjaga loyalitas di pasar yang kompetitif.

Peran kepemimpinan dalam budaya customer-centric

Kepemimpinan disebut memiliki peran kunci. Keteladanan pimpinan dibutuhkan agar nilai customer-centric tidak berhenti di dokumen kebijakan, tetapi benar-benar diterjemahkan menjadi perilaku harian dan standar pelayanan di seluruh jenjang organisasi.

Tanpa arah yang jelas dari atas, upaya perbaikan layanan sering bersifat sporadis. Sebaliknya, pemimpin yang konsisten memberi contoh dapat mendorong keramahan, kecepatan, kemudahan, dan kemampuan memberi solusi yang sesuai kebutuhan pelanggan.

Sejarah singkat penetapan Harpelnas

Hari Pelanggan Nasional diperingati setiap 4 September. Peringatan tersebut pertama kali ditetapkan secara resmi oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 4 September 2003 dengan tema “Senyum Pelanggan Indonesia”.

Sejak saat itu, momentum tahunan ini dimanfaatkan banyak perusahaan untuk menegaskan komitmen terhadap peningkatan mutu layanan. Fokusnya mencakup sikap ramah, proses yang mudah, respons yang cepat, serta solusi yang benar-benar menjawab kebutuhan pelanggan.

Peluang bagi pelaku usaha di Medan dan daerah

Bagi kalangan bisnis di Medan dan kota-kota lain, Harpelnas dapat dijadikan titik evaluasi rutin. Perubahan ekspektasi konsumen—yang kini lebih mengandalkan kanal digital sekaligus tetap menghargai interaksi manusia—menuntut penyesuaian proses layanan tanpa mengorbankan kehangatan lokal.

Perusahaan yang menyelaraskan operasional, komunikasi, dan penanganan keluhan dalam satu alur pengalaman berpeluang memperkuat kepercayaan pelanggan. Momentum nasional ini juga cocok untuk menyegarkan pelatihan stokis layanan dan meninjau standar waktu respons di cabang maupun kanal daring.

  • Perkuat koordinasi lintas divisi agar pengalaman pelanggan utuh.
  • Jadikan keteladanan pimpinan sebagai penggerak budaya layanan.
  • Evaluasi keramahan, kemudahan, kecepatan, dan relevansi solusi.
  • Manfaatkan momentum 4 September untuk audit layanan berkala.

Secara keseluruhan, Harpelnas 2026 menjadi pengingat bahwa pertumbuhan bisnis yang bertahan lama bertumpu pada budaya pelayanan yang hidup di seluruh organisasi. Perusahaan yang mampu menyatukan fungsi internal demi satu pengalaman pelanggan yang konsisten akan lebih siap menghadapi dinamika pasar ke depan.

Sumber: Sindo News.

Tag: Hari Pelanggan Nasional, Harpelnas 2026, kualitas layanan, pengalaman pelanggan, budaya pelayanan, Handi Irawan, bisnis berkelanjutan, layanan pelanggan